Waspada 3 Varian Baru Covid-19 di Indonesia

Sejak ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi atau penyebaran wabah tertinggi oleh WHO, beberapa negara mulai menemukan varian baru dari virus ini. Saat ini telah ditemukan 3 varian baru dari Covid-19. Tiga varian tersebut adalah varian B.1.1.7, varian B.1.3.5.1 dan varian B.1.6.1.7.

Ketiga varian tersebut juga sudah ditemukan di Indonesia dan sangat berbahaya karena dapat menular lebih cepat daripada varian sebelumnya. Hal ini terlihat dari beberapa negara yang telah mengkonfirmasi kenaikan kasus seiring ditemukannya varian baru ini di negaranya.

Tetap waspada akan penyebarannya, berikut penjelasan mengenai tiga varian baru virus Covid-19.

  1. Varian B.1.1.7

Varian B.1.1.7 atau dikenal dengan varian Inggris pertama kali ditemukan di Inggris. Hingga saat ini varian B.1.1.7 memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 36% – 75%. Berdasarkan data WHO varian ini merupakan varian yang paling sering dilaporkan dan sirkulasinya mulai meningkat di Asia Tenggara sejak 21 Februari 2021.

Di Indonesia, sudah ada 13 kasus transmisi lokal sejak periode Februari – April 2021. Varian B.1.1.7 rata-rata ditemukan di Indonesia pada pengujian genome sequencing.

  1. Varian B.1.6.1.7

Varian yang lebih dikenal dengan varian India ini sudah bersirkulasi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Setiap harinya kasus varian ini terus meningkat. Peningkatan kasus di Malaysia per 2 Mei 2021 sudah mencapai 30 ribu orang yang terkena varian baru ini.

Sementara itu, penemuan varian B.1.6.1.7 pertama kali di Indonesia terjadi di Jakarta pada tanggal 3 April 2021.

  1. Varian B.1.3.5.1

Varian B.1.3.5.1 atau lebih dikenal dengan varian Afrika Selatan, sesuai namanya varian ini berasal dari negara Afrika Selatan. Kasus B.1.3.5.1 pertama kali ditemukan di Bali pada Januari 2021. Pasien positif varian ini juga sudah meninggal pada 16 Februari 2021.

Penularan varian baru virus covid-19 yang cepat membuat masyarakat harus meningkatkan kembali kewaspadaan terhadap penularannya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun telah divaksinasi. Bagi masyarakat yang belum divaksinasi, dapat mencari informasi dan mendapatkannya di sentra vaksinasi, puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Masyarakat dihimbau untuk tetap memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik, menjaga jarak, membatasi mobilitas, dan menghindari kerumunan agar Indonesia lekas pulih dan diri, keluarga, dan orang sekitar aman dari penularan Covid-19.

Leave a Comment